Mengenal Framework Laravel dan Fitur-Fiturnya

August 26, 2020 Posted by Nested Code No comments

 


Framework PHP memberikan kemudahan dalam proses pengembangan suatu website (website development). Seorang programmer yang sebelumnya membangun website dengan cara native atau membangun di awal dengan kode-kode dasar, kini dengan adanya framework PHP seorang web developer cukup memanfaatkan fasilitas fungsi-fungsi yang telah disediakan di dalam framework tersebut. Hal ini membuat pekerjaan tidak memakan waktu yang lama lagi, karena kebutuhan programmer telah tersedia.

 

Ada banyak aplikasi framework penunjang pengembangan website diantaranya adalah Laravel. Laravel merupakan framework PHP MVC yang dikembangkan oleh Taylor Otwell pada tahun 2011. Di dalamnya banyak fitur-fitur yang dapat membantu seorang perogrammer dalam pengembangan website. Berbekal slogan “PHP That Doesn’t Hurt, Code Happy & Enjoy The Fresh Air” mengindikasikan bahwa para perancang Laravel menghendaki agar proses pengembangan program harus menjadi hal yang menyenangkan.

 

Berikut ini beberapa fitur yang dimiliki oleh aplikasi framework Laravel, diantaranya:

1.    RESTful Routing

REST sendiri kepanjangan dari Representational State Transfer yakni sebuah arsitektur perangkat lunak yang di desain khusus untuk membuat web service melalui protokol HTTP. Dengan kata lain, REST merupakan tulang punggung dari suatu web service yang akan dibuat. Lalu apa yang disebut dengan RESTful? RESTful adalah web service yang menggunakan REST dalam arsitekturnya. Karena ada juga web service yang tidak menggunakan REST sebagai arsitekturnya, misalnya SOAP (Simple Access Object Protocol). Selain RESTful yang berhubungan dengan REST, ia pun berkaitan dengan API (Application Programming Interface), yaitu sekumpulan kode yang siap pakai untuk tujuan tertentu. Sebagai contoh, pada Google Map kita kingin mencari titik koordinat dari suatu tempat, maka kita tidak perlu berfikir lagi bagaimana membuat perhitungannya namun cukup memanfaatkan API yang telah disediakan oleh Google, sehingga masalah terselesaikan. Dengan demikian, aktivitas REST, RESTful dan API melahirkan apa yang disebut sebagai RESTful API.

2.    Composer Powered

Composer adalah sebuah project open source yang digagas oleh Nils Adermann dan Jordi Boggiano. Kehadiran composer memberikan kemudahan bagi proses implementasi program yang akan dibuat kedalam kode. Hal ini tampak ketike mengeksekusi file PHP. Saat itu, apabila dalam file PHP tersebut membutuhkan fungsi atau mengakses class lain diluar file tersebut, tentu harus menyertakan include file sehingga, file terpisah tersebut seolah-olah menjadi satu file dengan PHP yang dieksekusi. Dengan adanya composer, kita tidak perlu lagi menyertakan include tersebut, ia akan bekerja secara autoload dari composer yang sudah melakukan hal itu.  

 

3.    Command Line tools (Artisan)

Laravel dibekali dengan command line tools bernama “artisan”. Artisan ini dapat melakukan beberapa fungsi diantaranya:

a.    Database Migration

b.    Serve Application

c.     Merubah Status aplikasi menjadi down dan up

d.    Database Seeding (Memasukan data awal ke database)

e.    Tail (melihat log server secara realtime)

f.      Dan lain-lain.

4.    Test Driven Development Ready

Test dirven development adalah cara baru pengembangan software, dimana kita menulis test code sebelum menulis sebenarnya. Pada Laravel, digunakan fitur PHP Unit sebagai test frameworknya.

5.    Beautiful Templating Engine

Templating engine merupakan prgram yang memparse syntax template engine kedalam bentuk HTML. Tamplate engine yang digunakan oleh Laravel bernama blade. Dengan menggunakan Blade, kita dapat menampilkan kode tanpa tag PHP (<?php ?>).

6.    Eloquent ORM

Eloquent ORM merupakan sebuah fitur untuk mengelola data yang ada pada database dengan sangat mudah. Ia menyediakan fungsi-fungsi active record, atau fungsi-fungsi query sql untuk mengelola data pada database. Dengan adanya fitur ini, kita dimudahkan untuk mengelola data hanya dengan satu buah model saja. Misalnya, kita hendak mengelola tabel di database bernama tabel mahasiswa, dengan fitur ini tidak perlu lagi membuat fungsi-fungsi CRUD secara satu per satu, namun cukup menggunakan 1 model saja, maka pengelolaan untuk tabel mahasiswa dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

7.    Fitur-fitur lainnya:

a.    Queque

b.    SSH

c.     Authentification

d.    Pagination

e.    Session

f.      Redis Support

g.    Schema Builder

h.    Mail

i.      Validator

j.      Session



0 Comments:

Post a Comment